Sejarah

Pendidikan dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok FK UGM dirintis oleh Prof. R. Oepomo, MD (almarhum) di rumah sakit UGM Mangkuwilayan Yogyakarta sejak tahun 1959. Proses pendidikannya belum  terstruktur dalam kurikulm akademik hingga tahun  1977 dan kelulusannya diberikan Brevet ahli THT.

Sejak tahun 1977 proses pendidikan mulai terstruktur dalam kurikulum akademik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS1) FK UGM dengan kelulusannya diberikan ijasah akademik Dokter Ahli THT oleh Dekan FK UGM, sedangkan sentrum pendidikannya masih terpusat di RS UGM Mangkuwilayan Yogyakarta.

Pada tahun 1982, Pusat Pendidikan Dokter Spesialis THT dipindahkan seiring dengan diresmikannya Rumah Sakit Pendidikan Dr. Sardjito. Demikian juga sejak saat itu pengelolaan pendidikan sudah diteruskan oleh generasi berikutnya, dan pendidikan dokter spesialis THT di integrasikan dalam Program Pasca Sarjana, dikelola oleh Fakultas Pasca Sarjana UGM, hingga tahun 1990 dengan kelulusan diberikan ijasah Pasca Sarjana Program Studi Dokter Spesialis I.

Pada tahun 1990 hingga sekarang, pengelolaan program Pendidikan Dokter Spesialis dikembalikan ke Fakultas Kedokteran. Dalam perkembangan selanjutnya telah dilakukan inovasi pendidikan dengan memasukkan Program Studi S2 Ilmu Kedokteran Klinik sebagai bagian dari kurikulum klinik sebagai bagian dari Kurikulum Program Pendidikan Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala dan Leher, yang kelulusannya diberikan ijasah dual degree berupa SpTHT-KL dan M.Kes.

Mulai tahun akademik Juli 2010, bersama dengan Bagian lain sesuai dengan amanat pendidikan berupa kurikulum berbasis kompetensi dan modul yang telah diterima dari Konsil Kedokteran Indonesia, Bagian IK THT-KL akan menerapkan sistem modul penuh.

UGM News

Read feed